POSISI HARGA SAHAM TERHADAP ISU GEOPOLITIK TIMUR TENGAHPenulis : Resha Aksatria Sakti | Editor: Ivan Rosanova & Dento Budijaya Putra Selasa, 3 Maret 2026 Pasar saham Indonesia di tahun 2026 berada dalam dinamika yang kompleks. Setelah mencetak puncak historis 9.174 di awal tahun, IHSG mulai bergerak dalam fase konsolidasi yang dipengaruhi oleh perubahan besar di lanskap global, yaitu kenaikan harga minyak akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah. Bagi Indonesia, minyak memiliki peran unik. Di satu sisi, kenaikan harga energi meningkatkan prospek sektor komoditas seperti migas dan logam. Namun di sisi lain, sebagai negara net importir minyak (negara dengan nilai impor barang/jasa lebih besar daripada ekspornya), lonjakan harga energi juga meningkatkan tekanan inflasi, fiskal, dan nilai tukar. Kombinasi inilah yang membuat pasar saham Indonesia sering menunjukkan pergerakan yang tidak seragam saat minyak naik. IHSG Setelah Puncak berada di dalam fase konsolidasi siklus. Secara struktur, IHSG saat ini berada dalam fase pasca-puncak yang ditandai oleh volatilitas yang meningkat, kenaikan lebih dangkal, rotasi sektor mulai terlihat. Rotasi sektor antara komoditas vs Domestik menjelaskan kenapa IHSG sering tampak melemah sementara beberapa sektor justru menguat. Jika harga minyak menurun karena meredanya ketegangan geopolitik, tekanan makro Indonesia berkurang dan sektor domestik berpotensi pulih. Dalam kondisi ini, IHSG berpeluang bergerak kembali ke area atas kisaran konsolidasi. Jika minyak bertahan relatif tinggi namun stabil, pasar Indonesia kemungkinan tetap berada dalam fase rotasi: sektor komoditas kuat, sektor domestik tertahan. IHSG dalam skenario ini cenderung bergerak mendatar dalam kisaran menengah. Jika minyak mengalami lonjakan lebih lanjut akibat gangguan pasokan global, tekanan inflasi dan nilai tukar dapat meningkat. Dalam kondisi tersebut, IHSG berpotensi mengalami penurunan lebih dalam sebelum menemukan keseimbangan baru. Beberapa saham di sektor sektor berikut patut menjadi perhatian akibat isu geopolitik timur tengah : Sektor energi dan migas MEDC (PT Medco Energy Internasional Tbk) Secara tren besar, MEDC sedang berada dalam posisi uptrend kuat. Hal ini ditunjukkan dengan posisi SMA10 yang makin tinggi dan menjauh dari SMA100 meingindikasikan adanya bullish alignment. Selama harga bertahan di atas SMA10 dan jarak harga yang cukup jauh dari SMA10 juga menandakan momentum sangat kuat, tetapi dalam kondisi seperti ini biasanya rawan terjadi penurunan wajar untuk menguji area rata-rata terdekat. Resistance saat ini berada di harga puncak menyentuh 2000, jika volume tetap besar dan terjadi breakout valid, kenaikan bisa berlanjut sampai 2100 - 2200. Support berada di level 1750, selama harga tidak turun ke level support, struktur bullish jangka menengah masih terjaga. Beberapa minggu sebelumnya terlihat rangkaian higher high dan higher low, memperkuat validitas tren naik serta tidak terlihat pola pembalikan bearish seperti bearish engulfing atau shooting star pada puncak terakhir. ENRG (PT Energi Mega Persada Tbk) ENRG mengalami kelonjakan harga signifikan selama setahun terakhir, posisi SMA10 yang berada jauh diatas SMA100 menunjukan ENRG berada dalam momentum bullish agresif. Namun, perlu diperhatikan bahwa kondisi seperti bisa mengindikasikan overextend yang rawan koreksi jangka pendek. Area resistance sebelumnya berada di sekitar 1.800 yang akhirnya berhasil ditembus dan menjadikannya area support baru. Harga bisa lanjut ke 2300 - 2400 apabila volume tetap besar dan tidak ada tekanan jual yang signifikan. Namun masih mungkin adanya koreksi sehat ke 1900 untuk menguji support breakout sebelum melanjutkan kenaikan. Dari pola candlestick, minggu terakhir membentuk bullish marubozu disertai volume meningkat. Hal ini mencerminkan dominasi buyer yang kuat dan adanya kemungkinan euforia pasar. ELSA (PT Elnusa Tbk) Secara tren, ELSA sedang berada dalam fase uptrend sangat agresif ditunjukan dengan harga terakhir molanjak dari area konsolidasi 450 - 550. Harga saat ini berada jauh di atas posisi SMA10, dan SMA10 makin meningkat diatas SMA100 menunjukkan struktur bullish. Namun, jarak harga yang sangat lebar dari SMA 10 mengindikasikan kondisi overextended dan berpotensi terjadi pullback untuk menyeimbangkan kenaikan. Dari sisi support dan resistance, area 550 sebelumnya merupakan resistance kuat yang berhasil ditembus dengan volume besar menunjukkan breakout valid. Harga bisa pullback ke area 850 mengingat posisi harga yang lebar dari SMA10 untuk menguji support sebelum melanjutkan kenaikan. Sektor emas dan tambang ANTM (PT Antam Persero Tbk) Secara tren, ANTM berada dalam fase uptrend jangka menengah ditunjukan dengan harga mampu breakout dari level resistance 4000 setelah mengalami konsolidasi cukup panjang di area 2800 - 4000. Harga saat ini konsisten berada dekat di atas SMA10 dan SMA10 terus mengalami kenaikan di atas SMA100, menunjukkan momentum bullish. Pola doji di 2 minggu terakhir masih mengindikasikan harga masih memerlukan konfirmasi pergerakan harga selanjutnya. ANTM berpeluang menguat apabila jika harga tetap berada di atas SMA10 dan menembus resistance 4700 dengan target break di 4900 - 5000. MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk) MDKA saat ini bergerak di 3800-3900 dengan volatilitas yang cukup tinggi ketika komoditas emas dan tambang menguat. Posisi harga saat ini berada di atas SMA10 dan diatas SMA100 menunjukan tren mayor sudah berbalik naik setelah mengalami fase bearish sebelumnya. Resistance berada di area 3.600. Saat ini harga 3.740 sudah menyentuh titik resistance dan membentuk resistance baru di 3900. Jika mampu breakout dan closing weekly di atas 3.900 dengan volume tinggi, maka target berikutnya terbuka ke area 4100 - 4200. Candle terakhir mulai membentuk shooting star mengindikasikan adanya peluang menurun jangka pendek dan belum terlihat pola pembalikan bearish yang signifikan seperti bearish engulfing. Harga masih berada dalam fase konsolidasi, Jika tekanan jual ringan dan volume jual mengecil, kemungkinan besar harga akan mencoba breakout dari 3.900 ke area 4100 - 4200.. Sektor transportasi SMDR (PT Samudera Indonesia Tbk) Harga SMDR saat ini 422 berada di atas SMA10 dan SMA10 berada diatas SMA100 menunjukkan tren bullish menengah, level resistance berada di 460 setelah gagal break resistance. Jika level ini ditembus dengan closing weekly diatas 460 dan volume meningkat, maka kenaikan terbuka menuju 500–520. selama harga bertahan di 400 (support terdekat), peluang naik masih lebih besar didukung pola candle doji dikonfirmasi oleh inverted hammer di harga saat ini. Sektor konsumer UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk) UNVR saat ini masih mengalami fase downtrend. Dari sisi SMA, harga saat ini berada di bawah SMA 10 dan hanya sedikit di atas SMA 10. Posisi ini kurang ideal karena harga gagal bertahan di atas SMA 10 menunjukkan momentum jangka pendek melemah dan tren belum benar benar berbalik. Selama harga belum mampu closing weekly di atas 2.320–2.350, tren masih rentan bearish. Resistance berada di area 2.700–2.800 yang menjadi puncak rebound sebelumnya. Level support berada di 1900 dan jika ditembus maka peluang turun terbuka ke 1.750 sebagai support sebelumnya. Sektor perbankan BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia) Secara teknikal saham ini masih berada dalam fase konsolidasi besar di dalam tren turun jangka panjang, namun mulai menunjukkan tanda stabilitas jangka pendek. Harga saat ini berada diatas SMA10, namun masih cukup jauh dibawah SMA100. Hal ini menunjukan momentum jangka pendek yang mulai netral walaupun belum ada tanda tanda pembalikan arah. Area support berada di 3600, jika level ini break secara weekly close, maka potensi turun ke 3400. Jika break di level resistance 4000, maka harga potensi naik ke 4200. Dari sisi pola candlestick, beberapa minggu terakhir menunjukkan spinning top bullish maupun bearish menunjukkan ketidakpastian antara buyer dan seller sehingga fase konsolidasi masih mungkin berlanjut di area 3600 - 3900 BMRI (PT Bank Mandiri Persero Tbk) BMRI berada dalam fase pemulihan jangka pendek di dalam struktur tren besar yang belum sepenuhnya pulih. Harga saat ini berada di atas SMA10 menunjukkan momentum jangka pendek yang positif walaupun masih dalam fase bearish jangka panjang, selama belum mampu mendekati atau menembus area SMA100, belum ada konfirmasi pembalikan tren besar. Support berada di 4800 dan resistance di 5300, Jika breakout weekly dengan volume kuat, maka konfirmasi kelanjutan tren berpeluang naik ke 5.600 mendekati SMA 100. Namun jika gagal dan muncul rejection candle, maka potensi pullback ke 4.900 dan kembali konsolidasi.
Sumber referensi :TRADING VIEW |
Archives
March 2026
Categories |
RSS Feed