BINAARTHA SEKURITAS
  • Home
  • Research
  • Company
  • Online Trading
  • SSF
  • sbn
  • APERD
  • E-IPO
  • NEWS
  • FAQ
  • Blog

Kado Terbaik Orang Tua di Hari Anak Nasional

7/23/2026

 

Investasi Sejak Dini: Kado Terbaik Orang Tua di Hari Anak Nasional 2026

hari anak nasional 2026
Penulis & Editor: Dento Budijaya Putra

​Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia merayakan Hari Anak Nasional. Tahun 2026 ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” untuk peringatan yang ke-42. Pesannya sederhana tapi dalam: menyayangi anak bukan cuma soal memenuhi kebutuhan hari ini, tapi juga menyiapkan mereka menghadapi hari esok.
Nah, kalau ngomongin “membangun masa depan anak”, ada satu PR besar yang sering luput dari obrolan santai para orang tua: uang sekolah. Bukan cuma soal kado ulang tahun atau liburan ke Disneyland, tapi soal bagaimana caranya kelak si kecil bisa kuliah tanpa bikin dompet orang tua jebol. Dan jawabannya, sudah bukan rahasia lagi: investasi sejak dini.
Yuk, kita bahas dengan santai kenapa ini penting dan produk apa saja yang cocok buat menyiapkan masa depan anak.

Kenapa Harus Mulai dari Sekarang?
Coba dengar dulu kabar kurang enaknya: biaya pendidikan di Indonesia naik terus setiap tahun, dan kenaikannya sering kali lebih cepat dibanding inflasi umum. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan sektor pendidikan pada Juli 2025 berada di kisaran 1,95%, dengan kenaikan tertinggi justru terjadi di jenjang pendidikan dasar dan PAUD yang mencapai sekitar 3,12%. Rata-rata biaya sekolah dasar saat ini berkisar Rp4,5 juta per tahun, sementara SMA sudah di kisaran Rp10-11 juta per tahun, dan di beberapa daerah seperti Papua Barat bahkan bisa tembus Rp16 juta.
Yang bikin makin waspada, uang pangkal masuk sekolah swasta dan uang kuliah tunggal (UKT) di sejumlah kampus kerap naik dengan laju yang jauh lebih tinggi lagi dari data resmi tersebut, apalagi setelah beberapa perguruan tinggi negeri berubah status menjadi PTN Berbadan Hukum yang harus menggalang dana operasional sendiri.
Artinya begini: dana yang cukup untuk kuliah hari ini, belum tentu cukup 15-18 tahun lagi ketika si kecil benar-benar lulus SMA. Kalau cuma disimpan di tabungan biasa dengan bunga kecil, nilai uang itu justru bisa tergerus inflasi. Di sinilah investasi berperan — bukan buat jadi kaya mendadak, tapi supaya uang yang disisihkan hari ini punya kesempatan tumbuh mengejar kenaikan biaya di masa depan.
Sayangnya, urusan literasi keuangan keluarga di Indonesia masih perlu digenjot. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan BPS mencatat indeks literasi keuangan masyarakat baru di angka 66,46%, meski ini sudah naik dibanding tahun sebelumnya. Momentum Hari Anak Nasional bisa jadi pengingat yang pas untuk mulai belajar dan bertindak, bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga untuk masa depan anak.

Menentukan Tujuan Dulu,
Baru Pilih Produk Sebelum lompat ke produk investasi, penting untuk menjawab dua pertanyaan dulu:
1.    Untuk apa dana ini? Biaya masuk TK, SD, sampai kuliah punya jangka waktu yang bedabeda.
2.    Berapa lama waktu yang tersedia? Kalau anak masih bayi, waktu yang tersedia sampai kuliah bisa 17-18 tahun. Tapi kalau target dana untuk masuk SMP tiga tahun lagi, jangka waktunya jauh lebih pendek.
Prinsip dasarnya: makin panjang jangka waktu, makin besar ruang untuk mengambil instrumen dengan potensi imbal hasil lebih tinggi (meski risikonya juga naik). Sebaliknya, kalau dananya mau dipakai dalam waktu dekat, pilih instrumen yang lebih stabil dan mudah dicairkan.

Produk Investasi yang Cocok untuk Masa Depan Anak
Berikut beberapa opsi yang umum dipakai orang tua di Indonesia, disusun dari yang paling konservatif sampai yang punya potensi pertumbuhan lebih tinggi.
  1. Reksa dana pasar uang Cocok untuk dana jangka pendek (di bawah 3 tahun), misalnya tabungan untuk biaya masuk sekolah tahun depan. Risikonya relatif rendah, dan dananya cukup likuid alias mudah dicairkan saat dibutuhkan. Imbal hasilnya memang tidak besar, tapi jauh lebih baik dibanding uang yang mengendap di rekening tabungan biasa.
  2. Reksa dana pendapatan tetap dan campuran Pas untuk jangka menengah, sekitar 3-5 tahun. Portofolionya berisi obligasi (dan sebagian saham untuk yang campuran), sehingga potensi imbal hasilnya lebih tinggi dari reksa dana pasar uang, dengan risiko yang masih terbilang moderat.
  3. Reksa dana saham atau reksa dana indeks Untuk tujuan jangka panjang, misalnya dana kuliah 10-15 tahun ke depan. Fluktuasinya memang lebih terasa dalam jangka pendek, tapi secara historis instrumen berbasis saham punya potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dalam jangka panjang, sehingga cocok untuk mengejar kenaikan biaya pendidikan yang terus melaju.
  4. Surat Berharga Negara (SBN) Ritel — ORI, SR, ST, SBR Ini instrumen favorit banyak orang tua karena dijamin langsung oleh negara lewat undang-undang, jadi risiko gagal bayarnya nyaris tidak ada. Kupon atau imbal hasilnya juga dibayarkan rutin setiap bulan, cocok dijadikan “gaji tambahan” yang bisa langsung diputar lagi ke instrumen lain. Di tahun 2026, pemerintah menjadwalkan delapan seri SBN Ritel, di antaranya ORI030 yang ditawarkan pada 6-30 Juli 2026, disusul SR025 pada Agustus-September, dan SBR015 serta ST017 di kuartal akhir tahun. Minimal pembelian juga terjangkau, mulai dari Rp1 juta, dan bisa dibeli lewat aplikasi mitra distribusi resmi seperti Bareksa, Bibit, atau perbankan.
  5. Emas atau logam mulia Emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai (hedge) terhadap inflasi dalam jangka panjang. Cocok untuk orang tua yang ingin menabung dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami, misalnya lewat tabungan emas digital dengan nominal kecil setiap bulan. Nilainya cenderung naik dalam jangka panjang meski dalam jangka pendek harganya bisa naik-turun.
  6. Tabungan berjangka atau asuransi pendidikan Beberapa bank dan perusahaan asuransi menawarkan produk tabungan pendidikan atau asuransi dwiguna/unit link yang menggabungkan proteksi jiwa dengan dana pendidikan. Produk ini bisa jadi pelengkap, terutama untuk aspek proteksi jika terjadi risiko pada pencari nafkah keluarga. Namun karena strukturnya cenderung lebih kompleks dan ada biaya-biaya tertentu, penting untuk membaca polis dengan teliti dan memastikan perusahaan penerbitnya terdaftar dan diawasi OJK.

Tips Praktis
Sebelum Mulai Buka rekening atau akun investasi terpisah khusus untuk dana anak, supaya tidak tercampur dengan kebutuhan sehari-hari.
 Sisihkan secara rutin, meski nominalnya kecil. Konsistensi jauh lebih berpengaruh dibanding besarnya nominal di awal.
 Diversifikasi, jangan taruh semua dana di satu jenis instrumen saja. Kombinasikan sesuai jangka waktu tujuan.
 Cek legalitas setiap produk atau platform investasi di situs resmi OJK sebelum menaruh dana, untuk menghindari investasi bodong. Evaluasi berkala, minimal setahun sekali, untuk memastikan strategi masih sesuai dengan target dan jangka waktu yang tersisa.

Penutup: Kado yang Tak Lekang WaktuMerayakan Hari Anak Nasional tidak harus dengan pesta besar atau kado mahal.
Menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan anak, sekecil apa pun jumlahnya, adalah bentuk kasih sayang yang nilainya justru akan terasa bertahun-tahun kemudian — persis seperti semangat tema HAN 2026, melindungi sekaligus membangun masa depan anak Indonesia.
Yang penting diingat, setiap keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kondisi keuangan keluarga masing-masing. Artikel ini adalah informasi edukatif, bukan rekomendasi atau nasihat keuangan pribadi. Jika ragu, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan perencana keuangan atau penasihat investasi yang terdaftar resmi di OJK.

Sumber TerpercayaKemen PPPA — Pedoman dan tema resmi Hari Anak Nasional 2026
OJK & BPS — Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025
Tempo Data — Tren kenaikan biaya pendidikan di Indonesia
Kompas.com — Jadwal lengkap SBN Ritel 2026 (ORI, SR, ST, SBR):”
Kementerian Keuangan (DJPPR) — Kalender resmi penerbitan SBN Ritel 2026


Catatan: Data biaya pendidikan, jadwal produk, dan angka literasi keuangan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek informasi terbaru langsung di situs resmi OJK (ojk.go.id) dan DJPPR Kementerian Keuangan (djppr.kemenkeu.go.id) sebelum mengambil keputusan investasi.

    Blog Binaartha Sekuritas

    Archives

    August 2026
    July 2026
    June 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023

    Categories

    All
    Blog Binaartha
    Goto
    IHSG
    Obligasi
    Reksa Dana
    Rupiah
    Saham
    SR

    RSS Feed

Picture
PT. Binaartha Sekuritas

📍Setiabudi Atrium, Jl. HR Rasuna Said No.62, RT.18/RW.2, Karet Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12920
Bantuan
​FAQ
Kebijakan Privasi
Pengaduan


📞 +62215206678 
​
📩 [email protected]
Media Sosial Resmi
Picture
Picture
Picture
Picture
Picture
Picture
PT. Binaartha Sekuritas berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
  • Home
  • Research
  • Company
  • Online Trading
  • SSF
  • sbn
  • APERD
  • E-IPO
  • NEWS
  • FAQ
  • Blog