Memahami ARA dan ARB dalam SahamPenulis: Dento Budijaya Putra Apa itu Auto Rejection? Auto Rejection adalah mekanisme yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengendalikan fluktuasi harga saham yang berlebihan dalam satu hari perdagangan. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor. Ada dua jenis Auto Rejection: ARA (Auto Reject Atas) Definisi Auto Reject Atas: ARA adalah batas kenaikan harga tertinggi suatu saham dalam satu hari perdagangan. Jika harga saham naik hingga menyentuh batas ini, sistem secara otomatis akan menolak permintaan beli dengan harga yang lebih tinggi. Kapan Terjadi?
Antrian beli (bid) sangat besar. Tidak ada antrian jual (offer) karena semua investor ingin membeli dan menahan sahamnya. ARB (Auto Reject Bawah) Definisi Auto Reject Bawah: ARB adalah batas penurunan harga terendah suatu saham dalam satu hari perdagangan. Jika harga saham turun hingga menyentuh batas ini, sistem akan menolak permintaan jual dengan harga yang lebih rendah. Kapan Terjadi? Sentimen Negatif: Berita buruk tentang perusahaan, seperti kerugian besar atau masalah hukum. Panic Selling: Investor panik dan menjual sahamnya secara massal. Ciri-ciri Saham Terkena ARB:
Batasan Auto Rejection (Dapat Berubah Sesuai Kebijakan BEI) Batasan ARA dan ARB berbeda-beda tergantung pada fraksi harga saham:
Catatan: Batasan ARB pernah diubah menjadi simetris (sama dengan ARA) dan bisa berubah lagi sesuai dengan peraturan dari BEI. Penting untuk selalu memeriksa peraturan terbaru.
Manfaat ARA dan ARB
|
Archives
December 2025
Categories |
RSS Feed