Analisis Mendalam dampak komisi ojol dan Proyeksi Kinerja GOTO Ke DepanPenulis: Dento Budijaya Putra | Analis Teknikal & editor: Ivan Rosanova
Binaartha.com - Pemerintah resmi memangkas batas maksimal komisi aplikasi ojek online menjadi 8% dan jaminan sosial pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Keputusan ini langsung mengguncang diskusi pasar, terutama buat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO. Kenapa? Karena bisnis ride-hailing masih jadi salah satu tulang punggung pendapatan perusahaan. Perubahan aturan ini memaksa Gojek dan platform sejenis menghitung ulang model bisnis mereka. Buat investor, ini jadi sinyal penting: apakah tren perbaikan profitabilitas GOTO bisa bertahan, atau justru tertekan lagi? Mari kita bedah dampaknya, respons manajemen, dan proyeksi kinerja GOTO setelah kebijakan ini berlaku. Kenapa Pemangkasan Komisi Ojol Jadi Sorotan Besar Rupiah Melemah: Apa Artinya Buat Investasi Kamu dalam Jangka Pendek?Penulis: Dento Budijaya Putra | Editor: Achmadi Hangradhika | Ilustrasi: Dheaninda Eka Ananda
Binaartha.com - Kalau kamu buka aplikasi investasi dan lihat nilai portofoliomu tiba-tiba merah, sering kali penyebabnya bukan karena perusahaan yang kamu pegang jelek. Penyebabnya bisa sesederhana satu hal yaitu rupiah lagi melemah terhadap dolar AS. Di 2025-2026, fluktuasi rupiah jadi topik yang hampir tiap minggu muncul di berita ekonomi. Buat investor pemula, kondisi ini bikin bingung. Apakah harus jual semua aset? Apakah ini waktu yang tepat buat beli? Atau justru harus diam aja? Artikel ini bakal bedah kenapa rupiah melemah, dampaknya ke 4 jenis investasi paling umum di Indonesia, dan langkah konkret yang bisa kamu ambil dalam 3-6 bulan ke depan tanpa panik. Kenapa Rupiah Bisa Melemah dalam Jangka Pendek Penulis : Resha Aksatria Sakti | Editor: Ivan Rosanova Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pekan kedua bulan Mei menghadapi berbagai tekanan global dan domestik, Hal ini menjadi pemberat IHSG yang pada akhir pekan lalu (08/05) ditutup melemah 2,86% ke 6969,40. Salah satu sentimen yang sempat muncul adalah bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melakukan penyesuaian jenis dan tarif pendapatan negara bukan pajak (PNBP) untuk sejumlah komoditas mineral seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak, yang kemudian atas hal tersebut dilakukan penundaan. Namun demikian, apabila kebijakan tersebut nantinya diberlakukan, maka sektor energi dan pertambangan berpotensi kembali memperlambat langkah IHSG, setelah sebelumnya sektor ini menjadi penopang IHSG dari liku-liku geopolitik Timur Tengah.
Sukuk Tabungan ST016: Investasi Syariah Aman dengan Imbal Hasil MenarikBinaartha.com - Sukuk Tabungan ST016 menjadi salah satu instrumen investasi syariah yang menarik di tahun 2026. Produk ini diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bagian dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang ditujukan khusus bagi investor individu. Selain menawarkan imbal hasil kompetitif, ST016 juga memberikan keamanan tinggi karena dijamin langsung oleh negara.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian, fitur, keuntungan, risiko, dan cara membeli Sukuk Tabungan ST016. Apa Itu Sukuk Tabungan ST016? Penulis : Resha Aksatria Sakti | Editor: Ivan Rosanova Memasuki awal Mei 2026, fokus pelaku pasar domestik bergeser dari sentimen eksternal menuju ke kualitas fundamental emiten pasca rilisnya laporan keuangan Q1 2026. Setelah IHSG bergerak volatil akibat tekanan global, pelemahan rupiah, dan aksi jual asing sepanjang April, laporan keuangan Q1 2026 menjadi katalis utama yang berpotensi menentukan arah pergerakan saham pada Semester I (Q2) 2026. Investor saat ini sedang memilah emiten dengan pertumbuhan laba meningkat, margin yang stabil, dan managing guidance positif.
Perbedaan Repo dan Outright di Pasar Obligasi yang Perlu Dipahami InvestorBinaartha.com – Di dalam pasar obligasi atau surat utang, terdapat dua mekanisme utama yang sering digunakan oleh para pemain pasar, yaitu Repo (Repurchase Agreement) dan Outright (Outright Sale/Purchase). Keduanya memiliki tujuan, karakteristik, dan dampak yang berbeda bagi para pemain pasar. Mari kita lihat lebih dalam mengenai transaksi repo dan outright, dengan cara yang menarik dan menyeluruh.
Penulis : Resha Aksatria Sakti | Editor: Ivan Rosanova Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan perubahan komposisi indeks saham utama. Perombakan ini mencakup indeks unggulan, yaitu IDX30, LQ45, dan IDX80. Perubahan ini berlaku efektif pada 4 Mei hingga 31 Juli 2026 dan menjadi sorotan tajam setelah sebelumnya indeks saham Indonesia mengalami volatilitas tinggi akibat isu transparansi pasar dan tekanan dari MSCI.
Dalam evaluasi mayor kali ini, BEI menerapkan kriteria baru yang lebih ketat, termasuk penerapan filter High Shareholder Concentration (HSC) untuk menyaring saham dengan kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi pada segelintir pihak. Langkah ini diambil setelah MSCI membekukan penyesuaian indeks saham Indonesia pada Februari dan Maret 2026 sebagai respons untuk membenahi transparansi dan aksesibilitas pasar modal Indonesia. Secara spesifik, BEI menambahkan tiga kriteria :
|
Blog Binaartha SekuritasArchives
August 2026
Categories
All
|
RSS Feed