BINAARTHA SEKURITAS
  • Home
  • Research
  • Company
  • Online Trading
  • SSF
  • sbn
  • APERD
  • E-IPO
  • NEWS
  • FAQ
  • Blog

Alasan Perusahaan di BEI Tidak Membagikan Dividen dan Dampaknya bagi Investor

8/23/2026

 

Kenapa Banyak Perusahaan di BEI Tidak Membagikan Dividen? Ini Alasan, Risiko, dan Peluangnya

saham tidak dividen
Penulis: Dento Budijaya Putra
Setiap musim Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) selalu menanti satu hal yaitu pengumuman dividen. Namun kenyataannya, tidak semua emiten membagikan keuntungannya kepada pemegang saham. Ada yang menahan seluruh laba bersih, ada pula yang sama sekali belum pernah membagikan dividen sejak melantai di bursa. Fenomena ini wajar terjadi dan punya banyak alasan di baliknya.

Alasan Utama Perusahaan Tidak Membagikan Dividen
1. Belum memiliki saldo laba positif Berdasarkan Pasal 71 ayat (3) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perusahaan hanya boleh membagikan dividen jika memiliki saldo laba yang positif. Jika perusahaan masih mencatatkan defisit dari tahun-tahun sebelumnya, meski tahun berjalan untung, dividen tetap tidak bisa dibagikan secara legal.
2. Kebutuhan modal kerja dan ekspansi bisnis Ini adalah alasan paling umum. Banyak perusahaan memilih menahan laba (retained earnings) untuk membiayai ekspansi, membangun pabrik baru, mengakuisisi aset, atau melakukan diversifikasi usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), misalnya, resmi memutuskan tidak membagikan dividen tahun buku 2025 demi mempercepat diversifikasi bisnis ke sektor non-batu bara.
3. Menjaga fleksibilitas dan kesehatan kas perusahaan Sebagian emiten menahan dividen bukan karena rugi, tapi demi menjaga arus kas tetap aman di tengah kondisi pasar yang belum pasti. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), dalam RUPST-nya, menyetujui untuk tidak membagikan dividen maupun menyisihkan laba sebagai cadangan demi menjaga fleksibilitas keuangan di tengah dinamika pasar.
4. Kewajiban pembayaran utang Perusahaan yang punya beban utang besar sering mengutamakan pelunasan kewajiban ketimbang membagikan dividen, agar rasio keuangannya tetap sehat di mata kreditur dan investor jangka panjang.
5. Alasan teknis atau administratif Terkadang alasannya lebih spesifik, misalnya belum memenuhi syarat pembukuan tertentu. PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) tidak membagikan dividen karena perusahaan belum memiliki saldo laba positif, sesuai amanat UU Perseroan Terbatas.

Penyebab yang Melatarbelakangi
Di balik alasan-alasan tersebut, ada beberapa penyebab yang lebih mendasar yaitu kinerja keuangan yang belum stabil, siklus bisnis yang padat modal (seperti pertambangan atau infrastruktur), strategi pertumbuhan agresif ala growth company, hingga kondisi makroekonomi yang membuat manajemen memilih bersikap konservatif. Kondisi kas yang kurang bagus juga sering membuat manajemen memilih mengelola dana tersebut untuk operasional perusahaan terlebih dahulu, alih-alih membagikannya sebagai dividen.

Contoh Kasus di BEI
Sepanjang musim RUPST 2026, sejumlah emiten tercatat memutuskan tidak membagikan dividen atas kinerja tahun buku 2025, seperti BUMI, CENT, dan COCO, termasuk juga PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO). Alasan yang dikemukakan bervariasi, mulai dari kebutuhan modal kerja, kondisi defisit saldo laba, hingga upaya memperkuat struktur permodalan internal demi keberlanjutan bisnis jangka Panjang.
Risiko bagi Investor
  • Sentimen negatif jangka pendek. Bagi investor awam, tidak adanya dividen sering ditangkap sebagai sinyal penurunan kinerja atau kesulitan finansial, sehingga bisa memicu minat jual dan menekan harga saham.
  • Ekspektasi return tidak terpenuhi. Investor yang mengandalkan dividen sebagai sumber pendapatan pasif akan kehilangan arus kas yang diharapkan tahun itu.
  • Ketidakpastian arah penggunaan dana. Jika perusahaan tidak transparan soal untuk apa laba ditahan digunakan, investor bisa dihantui ketidakpastian jangka panjang.
  • Potensi penyalahgunaan alasan ekspansi. Alasan menahan dividen untuk ekspansi terkadang disalahgunakan, sehingga otoritas bursa perlu memastikan rencana penggunaan dana benar-benar jelas.

Keuntungan Berinvestasi di Perusahaan yang Tidak (Selalu) Bagi Dividen
Meski terdengar kurang menarik, tidak membagikan dividen bukan berarti perusahaan buruk. Banyak perusahaan menahan laba bukan karena kinerja menurun, melainkan karena ingin merealisasikan strategi pengembangan yang berdampak positif pada keberlangsungan dan nilai perusahaan di masa depan. Beberapa keuntungan potensial bagi investor:
  1. Potensi capital gain lebih besar. Laba yang ditahan dan diputar kembali ke bisnis bisa mempercepat pertumbuhan pendapatan, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga saham lebih signifikan dibanding dividen tunai.
  2. Perusahaan lebih siap menghadapi siklus bisnis. Kas internal yang kuat membuat perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang saat butuh ekspansi.
  3. Cocok untuk investor jangka panjang bertipe growth investor, yang lebih mengejar pertumbuhan nilai perusahaan ketimbang pendapatan rutin dari dividen.
Contohnya, banyak saham teknologi dan perusahaan pada fase ekspansi agresif di berbagai bursa dunia memilih menahan seluruh laba selama bertahun-tahun, dan investor yang sabar justru menikmati kenaikan harga saham yang jauh melampaui potensi dividen tahunan.
​
Tidak membagikan dividen bukan otomatis pertanda buruk, tapi juga bukan otomatis strategi yang selalu menguntungkan. Investor perlu menelaah lebih dalam, apakah alasan penahanan laba masuk akal dan didukung rencana bisnis yang jelas, ataukah sekadar dalih untuk menutupi masalah keuangan yang lebih besar. Perusahaan yang menahan dividen demi ekspansi kerap disebut sebagai ciri growth company, namun konsistensi dan transparansi manajemen tetap menjadi kunci sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi atau saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) atau konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi.
 
Sumber: BEI

    Blog Binaartha Sekuritas

    Archives

    September 2026
    August 2026
    July 2026
    June 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    July 2024
    June 2024
    May 2024
    April 2024
    March 2024
    February 2024
    January 2024
    December 2023
    November 2023
    October 2023
    September 2023
    August 2023
    July 2023

    Categories

    All
    Blog Binaartha
    Goto
    IHSG
    Obligasi
    Reksa Dana
    Rupiah
    Saham
    SR

    RSS Feed

Picture
PT. Binaartha Sekuritas

📍Setiabudi Atrium, Jl. HR Rasuna Said No.62, RT.18/RW.2, Karet Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12920
Bantuan
​FAQ
Kebijakan Privasi
Pengaduan


📞 +62215206678 
​
📩 [email protected]
Media Sosial Resmi
Picture
Picture
Picture
Picture
Picture
Picture
Picture
Picture
Picture
Picture
Picture
Picture
PT. Binaartha Sekuritas berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
  • Home
  • Research
  • Company
  • Online Trading
  • SSF
  • sbn
  • APERD
  • E-IPO
  • NEWS
  • FAQ
  • Blog