Bukan Sekadar Cuan, Ini Alasan Investasi Berkelanjutan Semakin DiminatiPenulis: Santa Iin Olivia Siagian | Editor; Dento Budijaya Putra 13 Agustus 2026, Jakarta - Ketika seseorang akhirnya memutuskan untuk melakukan investasi, hal utama yang biasanya muncul sebagai pertanyaan adalah; seberapa menguntungkannya hasil dari nilai investasi yang sedang dijalankan, bagaimana tingkat risiko, atau mungkin apakah reputasi perusahaannya bagus dan memiliki value yang menjanjikan dalam jangka waktu yang panjang? Jawaban setiap investor tentu bisa berbeda. Ada yang lebih fokus pada potensi keuntungan, ada yang mempertimbangkan keamanan, sementara sebagian lainnya mungkin lebih tertarik pada prospek bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Semua pertimbangan tersebut wajar. Karena bagaimanapun, tujuan utama berinvestasi adalah mengembangkan nilai aset yang kita miliki.
Namun, pernahkah kita berpikir sedikit lebih jauh tentang apa yang terjadi dengan uang kita setelah kita menginvestasikannya? Pada fakta lapangannya uang yang kita investasikan tidak pernah berhenti begitu saja di dalam sebuah aplikasi atau rekening investasi. Karena di balik sebuah instrumen investasi, ada perusahaan, proyek, atau kegiatan ekonomi yang membutuhkan modal untuk berkembang. Artinya, secara tidak langsung, keputusan investasi kita juga ikut menjadi bagian dari perputaran kegiatan ekonomi tersebut. Dari sini muncul satu pertanyaan menarik: kalau investasi ikut menggerakkan kegiatan ekonomi, lantas apakah keputusan investasi yang kita lakukan juga bisa memiliki kaitan dengan lingkungan? Selama ini, isu lingkungan mungkin lebih sering kita temui dalam pembahasan mengenai sampah, penggunaan energi, polusi, atau perubahan iklim. Padahal, ada satu sisi lain yang tidak kalah penting bagaimana kegiatan yang lebih ramah lingkungan mendapatkan pembiayaan? Membangun energi terbarukan, meningkatkan efisiensi energi, mengembangkan transportasi yang lebih rendah emisi, hingga membangun infrastruktur yang lebih berkelanjutan tentu membutuhkan biaya. Dan salah satu sumber modal tersebut dapat berasal dari sektor keuangan. Di sinilah hubungan antara investasi dan lingkungan mulai terlihat. Pasar modal pada dasarnya mempertemukan pihak yang membutuhkan modal dengan pihak yang memiliki modal. Ketika kebutuhan terhadap kegiatan ekonomi yang lebih berkelanjutan meningkat, instrumen keuangan yang mendukung kegiatan tersebut juga mulai berkembang. Indonesia sendiri sudah menunjukkan perkembangan tersebut. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Desember 2025, akumulasi penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan di Indonesia telah mencapai Rp74,14 triliun. Dari jumlah tersebut, instrumen bertema green menjadi bagian terbesar dengan porsi 42,72%. Angka tersebut mungkin terlihat seperti sekadar angka besar. Tetapi kalau kita melihat maknanya, ada sesuatu yang lebih menarik: modal di pasar keuangan Indonesia sudah mulai diarahkan, setidaknya sebagian, ke instrumen yang memiliki tujuan keberlanjutan. Dengan kata lain, pembahasan mengenai investasi dan lingkungan bukan lagi sesuatu yang hanya terdengar di forum internasional. Perkembangannya sudah ada di pasar keuangan Indonesia. Tapi, pertanyaan selanjutnya adalah apakah Investasi “Green” Berarti Selalu Lebih Baik? Di titik ini, kita perlu berhati-hati. Ketika mendengar istilah green investment, mungkin muncul anggapan bahwa investasi tersebut otomatis lebih baik karena memiliki tujuan yang berkaitan dengan lingkungan. Padahal, sebagai investor, kita tetap perlu melihat investasi dari berbagai sisi. Berapa potensi keuntungannya? Bagaimana resikonya? Siapa penerbitnya? Untuk apa dana tersebut digunakan? Dan apakah informasi yang diberikan cukup jelas untuk membuat keputusan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tetap penting, meskipun sebuah instrumen memiliki label green atau sustainable. Sebab, investasi yang mempertimbangkan lingkungan tetaplah sebuah investasi. Ada potensi keuntungan, tetapi tetap ada risiko yang perlu dipahami. Jika dipahami secara lebih lanjut justru di sinilah pentingnya membedakan antara peduli terhadap lingkungan dan sekadar mengikuti tren investasi berkelanjutan. Investor tidak harus memilih antara mencari keuntungan atau peduli terhadap lingkungan. Keduanya dapat menjadi bagian dari pertimbangan yang sama, selama keputusan tersebut dibuat berdasarkan informasi yang cukup dan pemahaman terhadap instrumen yang dipilih. Jadi, Apakah Investor Bisa Ikut Berkontribusi?Mungkin muncul pertanyaan lain: “Memangnya satu keputusan investasi bisa memberikan dampak sebesar itu?” Tentu saja, satu investor tidak akan mengubah kondisi lingkungan sendirian. Namun, investasi tidak hanya dilakukan oleh satu orang. Bayangkan jika semakin banyak investor mulai mempertimbangkan bukan hanya potensi keuntungan sebuah investasi, tetapi juga bagaimana modal tersebut digunakan. Dalam skala yang lebih besar, preferensi investor dapat menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong berkembangnya instrumen dan kegiatan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Di sinilah investasi menjadi menarik. Kita mungkin tidak bisa menentukan secara langsung perusahaan mana yang akan membangun pembangkit listrik yang lebih bersih atau proyek mana yang akan mengurangi emisi. Tetapi sebagai pemilik modal, kita memiliki kesempatan untuk lebih sadar terhadap apa yang kita dukung melalui keputusan finansial kita. Di dalam ekosistem pasar modal, perusahaan sekuritas menjadi salah satu pihak yang membantu mempertemukan investor dengan berbagai pilihan investasi sekaligus menyediakan akses terhadap informasi dan layanan yang dibutuhkan investor. Perannya pun tidak berhenti pada aktivitas transaksi. Edukasi dan literasi menjadi bagian penting agar investor dapat memahami berbagai instrumen dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai. Hal tersebut juga sejalan dengan perkembangan pasar modal berkelanjutan di Indonesia. Melalui Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan Indonesia 2026–2030, OJK menempatkan pasar modal sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan pembiayaan dan investasi berkelanjutan. Pada akhirnya, investasi bukan hanya soal cuan, kembali ke pertanyaan di awal, Apa yang sebenarnya terjadi dengan uang kita setelah kita menginvestasikannya?Mungkin kita tidak selalu bisa melihat perjalanan uang tersebut secara langsung. Tetapi di balik setiap keputusan investasi, ada modal yang bergerak, perusahaan yang berkembang, dan kegiatan ekonomi yang terus berjalan. Karena itu, menjadi seorang investor bukan hanya tentang mencari tempat terbaik untuk menumbuhkan uang. Ada kesempatan untuk mulai melihat investasi dari sudut pandang yang sedikit lebih luas seperti apa yang kita dapatkan, apa risikonya, dan apa yang secara tidak langsung ikut kita dukung. Persoalan lingkungan tentu tidak akan selesai hanya karena semakin banyak orang berinvestasi pada instrumen berkelanjutan. Namun, ketika kebutuhan untuk membangun ekonomi yang lebih ramah lingkungan semakin besar, modal juga menjadi bagian penting dari proses tersebut. Pada akhirnya, investasi bukan cuma soal keuntungan atau cuan semata. Bisa jadi, pilihan kita hari ini juga ikut menentukan seperti apa masa depan lingkungan yang kita tinggali. Sumber: OJK.go.id |
Blog Binaartha SekuritasArchives
September 2026
Categories
All
|
RSS Feed